Header Ads

  • Breaking News

    Barak AS Jadi Sekolah Afghanistan


    Pemerintahan Afghanistan pasca-penarikan pasukan Amerika Serikat mewarisi ratusan barak dan fasilitas militer yang tersebar di hampir seluruh wilayah negara. Infrastruktur ini menjadi peninggalan paling nyata dari kehadiran militer asing selama dua dekade terakhir.

    Barak-barak tersebut sebelumnya digunakan oleh tentara AS dan NATO sebagai tempat tinggal, pusat logistik, dan pos komando. Sebagian besar dibangun dengan sistem prefabrikasi yang relatif cepat dipasang namun cukup kokoh untuk jangka menengah.

    Setelah perubahan kekuasaan, pemerintah Afghanistan menghadapi pilihan sulit terkait masa depan fasilitas tersebut. Keterbatasan anggaran dan sanksi internasional memaksa pemerintah mencari solusi kreatif.

    Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mulai memfokuskan kebijakan pada pemanfaatan ulang barak-barak militer itu untuk kepentingan sipil. Langkah ini dinilai lebih realistis dibanding membiarkan bangunan terbengkalai atau rusak.

    Sebagian besar barak yang diperbaiki berada di sekitar Kabul, Parwan, Kandahar, Helmand, Nangarhar, dan Herat. Wilayah-wilayah ini sebelumnya menjadi pusat kehadiran militer asing.

    Karena mayoritas bangunan bersifat prefabrikasi, proses renovasi dinilai relatif cepat dan hemat biaya. Pemerintah hanya perlu memperbaiki instalasi listrik, air, atap, serta ventilasi.

    Hasilnya, banyak bekas barak kini berubah fungsi menjadi sekolah dasar dan menengah. Ruang tidur tentara diubah menjadi ruang kelas, sementara bangunan logistik dimanfaatkan sebagai ruang administrasi.

    Selain sekolah formal, pemerintah juga menjadikan sejumlah barak sebagai madrasah dan pusat pendidikan agama. Madrasah tahfiz Al-Qur’an menjadi salah satu fokus utama pemanfaatan fasilitas tersebut.

    Program ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kembali sistem pendidikan nasional yang sempat terganggu oleh perang panjang. Banyak daerah terpencil sebelumnya kekurangan gedung sekolah layak.

    Dengan memanfaatkan bangunan yang sudah ada, akses pendidikan dapat diperluas tanpa harus membangun dari nol. Langkah ini mempercepat pemulihan sosial di wilayah pascakonflik.

    Pemerintah Afghanistan menilai bahwa transformasi barak militer menjadi pusat pendidikan memiliki makna simbolis yang kuat. Infrastruktur perang diubah menjadi sarana pembelajaran dan pembinaan generasi muda.

    Di beberapa provinsi, madrasah tahfiz yang menempati bekas barak kini menampung ratusan santri. Mereka datang dari keluarga yang sebelumnya terdampak konflik dan kemiskinan.

    Meski tidak semua fasilitas dapat difungsikan optimal, sebagian besar barak prefabrikasi dinilai masih layak pakai. Fokus utama diarahkan pada bangunan yang aman dan mudah dirawat.

    Para pengamat lokal melihat kebijakan ini sebagai langkah pragmatis di tengah keterbatasan ekonomi. Pemanfaatan ulang aset lama dianggap lebih efisien dibanding proyek pembangunan baru berskala besar.

    Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait penyediaan guru, kurikulum, dan pendanaan operasional. Pemerintah mengandalkan dukungan masyarakat lokal dan lembaga keagamaan.

    Di sisi lain, langkah ini juga membantu menghapus jejak simbolik pendudukan asing. Bekas pangkalan militer tidak lagi diasosiasikan dengan senjata dan konflik.

    Transformasi tersebut perlahan mengubah wajah kawasan sekitar barak. Aktivitas pendidikan menggantikan suara kendaraan militer dan latihan tempur.

    Pemerintah menyatakan bahwa program alih fungsi ini akan terus diperluas. Barak lain yang masih layak rencananya akan dijadikan pusat pelatihan keterampilan dan fasilitas sosial.

    Kebijakan ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi stabilisasi jangka panjang. Pendidikan dianggap kunci utama mencegah kembalinya konflik bersenjata.

    Meski jalan pemulihan Afghanistan masih panjang, perubahan fungsi barak militer menjadi sekolah dan madrasah menjadi simbol arah baru negara tersebut.

    Dari infrastruktur perang menuju ruang belajar, Afghanistan berupaya membangun masa depan dengan sumber daya yang diwariskan masa lalu.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad